Ketahui 7 Alasan Mengapa Android Harus Diroot

Ketahui 7 Alasan Mengapa Android Harus Diroot

Android merupakan sistem operasi smartphone besutan Google yang sekarang ini menjadi salah satu sistem operasi paling populer di dunia. Keunggulan sistem operasi Android yakni open source, yang mana hal ini memungkinkan untuk anda dapat menginstal beragam aplikasi dari berbagai sumber. Bahkan Android juga memungkinkan penggunanya untuk dapat masuk ke bagian sistem smartphone, lalu mengedit dan mengubahnya menjadi sedemikian rupa dengan melakukan root terlebih dahulu.

Ada berbagai alasan mengapa ponsel android anda harus diroot?

Semua vendor smartphone pada dasarnya telah mengunci bootloader Android besutannya sebelum dipasarkan. Hal ini tentu bertujuan untuk mencegah para pengguna Smartphone masuk terlalu jauh ke dalam sistem Android tersebut. Selain itu, tujuan dikuncinya bootloader oleh pihak vendor juga guna melindungi smartphone anda dari kerusakan sistem karena tindakan ceroboh. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa dengan melakukan root pada Android, maka dengan itu kita bisa melakukan berbagai hal untuk memaksimalkan berbagai macam fungsi Android.

Dan inilah 7 alasan mengapa android harus diroot.

1. Dapat Menghapus Aplikasi Bawaan

Sebelum dirilis, semua vendor smartphone rasanya telah menyematkan berbagai aplikasi bawaan sistem andalan mereka di smartphone Android yang anda miliki. Aplikasi-aplikasi tersebut tentunya tidak dapat dihapus dari ponsel. Dampak dari hal itu yakni smartphone kita menjadi tidak memiliki jatah ruang penyimpanan yang luas.

*Baca juga: 4 Sistem Operasi Smartphone yang Mengalahkan Android dan iOS?

Dengan melakukan root terhadap Android, maka dengan leluasanya kita juga bisa menghapus aplikasi bawaan yang tertanam di sistem ponsel Android kita. Dengan begitu, pastinya penyimpanan smartphone Android kita dapat menjadi lebih luas.

2. Dapat Membackup dan Merestore Semua Aplikasi

Image: androidauthority.net

Adakalanya smartphone Android kita menjadi lebih lambat, entah itu dikarenakan terlalu banyak aplikasi yang terinstal maupun karena hal yang tidak kita ketahui. Smartphone yang menjadi lambat, atau yang biasa disebut dengan ‘lelet’ ini tentu akan menghambat segala aktivitas kita yang bersangkutpaut dengan ponsel. Dan ketika ponsel Android kita mengalami hal seperti itu, maka pasti banyak orang yang menyarankan untuk melakukan Factory Reset.

Factory Reset sama halnya dengan mengembalikan Android kita bersih seperti pertama kali membelinya. Artinya, kita sama saja memformat segala aplikasi yang ada di smartphone Android kita. Termasuk kontak, catatan, maupun pesan yang tersimpan di ponsel tersebut akan ikut hilang.

Jika sudah seperti itu, mau tidak mau kita akan kembali menginstal segala aplikasi, menambahkan kontak, dan mengatur segalanya kembali. Tidak hanya akan merepotkan saja, hal itu pastinya juga akan memakan banyak waktu anda.

Oleh karena itu, jika kita telah melakukan root terhadap Android kita, maka segala aplikasi termasuk kontak dan hal lainnya dapat diatasi dengan membackup dan merestore-nya kembali. Jadi, anda tidak perlu lagi menginstal dan menambahkan kontak kerabat, teman maupun orang-orang penting lainnya apabila telah melakukan factory reset.

Dengan aplikasi Titanium Backup, yang pastinya memerlukan akses root dari Android, maka kita dapat melakukan backup semua aplikasi sebelum melakukan factory reset, dan merestore-nya kembali setelah melakukan factory reset. Dengan begitu, maka anda tidak perlu menginstal semua aplikasi kembali yang pastinya membutuhkan banyak waktu.

Namun perlu diingat, aplikasi Titanium Backup dapat melakukan backup dan restore jika ponsel Android anda telah memiliki akses root, dan apabila ponsel anda belum diroot maka dapat dipastikan aplikasi itu tidak dapat bekerja di ponsel Android anda.

3. Pasang Custom Recovery

Image: howtogeek.com

Semua vendor telah membekali setiap android besutan mereka sebuah alat khusus yang memudahkan anda melakukan perintah khusus pada sistem Android anda. Alat tersebut diberi nama Recovery Mode. Namun, recovery mode bawaan sistem Android sangat terbatas. Oleh sebab itu, dengan melakukan root, maka memungkinkan anda untuk dapat memasang custom recovery.

*Baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Hardisk Internal dan Eksternal

Dan lewat custom recovery inilah nantinya anda dapat berkreasi dengan Android anda, seperti memasang berbagai aplikasi sistem yang anda inginkan, melakukan perubahan sistem, dan lain sebagainya. Namun sekali lagi perlu diingat bahwa akses root sangat dibutuhkan untuk dapat memasang custom recovery ini.

4. Custom ROM

Image: redmondpie.com

Hal paling orang sukai dari Android yang telah mendapatkan akses root, yakni adalah dapat mengganti Custom ROM menjadi yang kita inginkan. Dengan melakukan custom ROM, anda tidak hanya mendapatkan tampilan baru saja, tapi juga bisa menggunakan sistem operasi terbaru (sesuai bawaan ROM yang ingin dipasang). Dengan melakukan custom ROM, anda juga dapat mengubah tampilan ponsel anda menjadi tampilan Iphone, Samsung, Miui, dan banyak hal lainnya.

Namun untuk dapat menggunakan Custom ROM, Android anda butuh akses Root terlebih dulu.

5. Kontrol Kernel dan CPU

Banyak keuntungan yang kita dapatkan jika smartphone Android telah memiliki akses root, salah satunya adalah dapat memaksimalkan kinerja dari smartphone kita tersebut. Dengan menggunakan akses root, anda serta bisa melakukan overclock CPU di smartphone Android anda.

Dengan melakukan overclock CPU artinya anda telah memaksa prosesor untuk bekerja lebih maksimal, dan dapat berjalan lebih cepat daripada spesifikasi default yang dibekali oleh vendor. Salah satu keuntungan melakukan overclock CPU, yakni android anda akan menjadi lebih cepat performanya. Tidak hanya itu saja, jika anda bisa melakukan peraturan terhadap sistem, anda juga bisa membuat ponsel anda lebih hemat baterai dan RAM.

6. Mengedit Build.prop

Image: valuestuffz.blogspot.co.id

Untuk dapat memaksimalkan Android anda, maka selayaknya anda harus bisa mengatur sistem yang ada pada Android tersebut. Dengan mengedit build.prop yang terletak di folder /system/build.prop. Folder atau direktori ini hanya bisa diakses dengan menggunakan file manager yang dilengkapi kemampuan untuk mengakses direktori sistem. Untuk dapat mengedit build.prop, Android anda juga diharuskan telah mempunyai akses root.

Banyak keuntungan yang didapat apabila anda bisa menstabilkan build.prop, seperti halnya dapat mengubah tampilan About, melakukan tweak baterai, memori, dan banyak hal lainnya yang dapat memaksimalkan kinerja android anda.

7. Menghindari Wakelock

Banyak pengguna Android yang berpendapat bahwa wakelock dapat mengakibatkan smartphone kita menjadi boros baterai, cepat panas, dan lainnya.

Wakelock adalah keadaan dimana sistem terbangun oleh aplikasi-aplikasi yang terus menerus berjalan di latarbelakang. Dan kondisi seperti ini biasanya disebabkan oleh aplikasi bawaan sistem. Tidak hanya boros baterai saja, Android anda juga akan mengalami kehabisan kapasitas memori RAM.

*Baca juga: Lengkap! Pengertian VPN, Manfaat, dan Cara Kerja VPN

Dampak seperti itulah yang banyak orang menyarankan untuk siapa saja agar segera me-root ponsel Android mereka. Dan aplikasi seperti Greenify akan membuat berbagai aplikasi masuk ke mode hibernasi saat tidak digunakan.

-R.S.A-